Akselerasi Layanan Kesehatan, RSUD Depati Bahrin Luncurkan Aplikasi EWS dan Perkuat Jejaring Rujukan PONEK – Stunting
Admin IKP

SUNGAILIAT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Kabupaten Bangka terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi pelayanan kesehatan. Pada Senin (15/6), rumah sakit daerah ini menggelar dua agenda strategis sekaligus yang berpusat di Aula IBS RSUD Depati Bahrin : Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Early Warning System (EWS) Rujukan IGD, serta Sosialisasi Layanan dan Penguatan Jejaring Rujukan PONEK, Stunting, dan Wasting.
Langkah simultan ini diambil untuk menjawab tantangan kedaruratan medis sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Bangka dan sekitarnya. Acara ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, para Direktur Rumah Sakit jejaring, Kepala Puskesmas, organisasi profesi kesehatan (IDI, PPNI, IBI, PERSAGI), hingga jajaran Camat dan Lurah.
Era Baru Rujukan Gawat Darurat: Pasien Dipantau Sejak dari Puskesmas
Mengawali rangkaian kegiatan di pagi hari, RSUD Depati Bahrin bersama Tim IT memperkenalkan inovasi digital terbaru berupa Aplikasi Early Warning System (EWS) yang dikhususkan bagi pasien yang dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani, Sp. B., MARS, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk memutus mata rantai keterlambatan penanganan pasien kritis. Melalui sistem digital ini, kondisi tanda-tanda vital pasien yang sedang dirujuk dari Puskesmas atau faskes primer dapat dipantau secara real-time oleh tim medis IGD RSUD Depati Bahrin bahkan sebelum pasien tiba di rumah sakit.
“Dengan Aplikasi EWS ini, tidak ada lagi istilah ‘mendadak’ dalam penanganan kegawatdaruratan. Tim IGD kami sudah bisa membaca risiko, menyiapkan alat medis, hingga mengondisikan dokter spesialis yang sesuai begitu data rujukan diinput oleh faskes pengirim. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujar dr. Yogi Yamani saat memberikan paparan.
Sinergi Lintas Sektor: Perkuat Benteng PONEK dan Penanggulangan Stunting Tak berhenti pada digitalisasi sistem, siang harinya RSUD Depati Bahrin memperluas jangkauan sinerginya melalui penguatan jejaring rujukan untuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) serta penanganan Stunting dan Wasting. Dalam sambutannya saat membuka sesi kedua, dr. Yogi menegaskan bahwa rumah sakit tidak boleh menjadi menara gading yang berdiri sendiri. Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting merupakan indikator sensitif mutu kesejahteraan daerah yang penyelesaiannya wajib dikeroyok secara integratif dari hulu ke hilir. Melalui penguatan jejaring ini, RSUD Depati Bahrin memantapkan komitmen standarisasi rujukan maternal dan neonatal bersama Puskesmas dan bidan desa guna menekan risiko fatal pada ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Di saat yang sama, koordinasi penanganan gizi buruk (wasting) dan stunting diperketat agar balita yang membutuhkan intervensi klinis spesialistik di rumah sakit dapat langsung ditangani tanpa hambatan birokrasi. Melalui forum ini, RSUD Depati Bahrin juga memaparkan berbagai transformasi fasilitas klinis dan layanan unggulan terbaru yang siap menopang seluruh kebutuhan rujukan masyarakat di Kabupaten Bangka.”Penanganan stunting dan kegawatdaruratan ibu-anak membutuhkan kecepatan. Pertemuan hari ini bukan sekadar sosialisasi di atas kertas, melainkan pembentukan komitmen nyata dan penyamaan persepsi. Kita rapikan jalurnya, kita mudahkan koordinasinya, demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bangka,” pungkas dr. Yogi.
Kegiatan yang berlangsung produktif ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan perumusan rencana tindak lanjut (RTL) bersama seluruh kepala faskes dan pemangku kepentingan lintas sektor yang hadir, guna memastikan sistem rujukan terintegrasi ini dapat langsung diimplementasikan di lapangan.





